"Vibe coding" — istilah yang dilepas Andrej Karpathy awal 2025 — merujuk pada praktik coding dengan memberi instruksi natural language ke AI dan menerima kode siap pakai. Tren yang meledak di 2026.
Apa yang Berubah
Sebelumnya: developer menulis kode baris per baris. Sekarang: developer menulis intent, AI menulis kode, developer review.
Untuk task well-defined (CRUD, form, boilerplate), ini 5-10x lebih cepat.
Risiko yang Nyata
Atrofi skill — junior yang mulai dari AI sering tidak paham fundamental.
Black box code — kode jalan, tapi tidak ada yang paham kenapa.
False confidence — terlihat berhasil di happy path, hancur di edge case.
Codebase bloat — AI cenderung duplikatif, tidak refactor.
Praktik Sehat
Junior: tetap belajar menulis manual dulu, lalu pakai AI sebagai tutor.
Mid/Senior: pakai AI untuk boilerplate, tulis business logic sendiri.
Semua level: selalu review diff. Tidak ada "AI generate, langsung commit".
Yang Tidak Bisa Diganti AI
Keputusan arsitektur
Memahami domain bisnis
Debugging sistem kompleks
Code review strategis
Mentoring rekan tim
Vibe coding bukan good atau bad — tergantung siapa pakai. Pakai sebagai multiplier, bukan crutch.